Renungan Akhir Tahun 2015

Oleh: Haer Talib, Microsoft Access Developer


Banyaknya hari libur di akhir tahun 2015 memberi saya kesempatan menuliskan renungan ini untuk teman-teman pemakai MS Access.

Belakangan ini, gelombang aplikasi berbasis smart phone melanda kita begitu gencarnya, membuat banyak orang “lupa” dengan database. Apalagi menggunakan MS Access sebagai pengelola database :)

Kesan bahwa semua sudah serba online, simple, mudah, dan gratis semakin terasa. Apa-apa bisa di Internet. Apa-apa sudah ada yang provide, dan gratis lagi! Tinggal konek Internet saja. Apalagi koneksi ke Internet juga semakin mudah dengan adanya teknologi komunikasi data yang super cepat seperti 4G LTE yang semakin ramai digunakan.

Lalu mengapa masih menggunakan Microsoft Access?

Real pekerjaan tentu tidaklah seperti menggunakan aplikasi di smart phone. Akses database yang canggih seperti yang digunakan pada aplikasi-aplikasi tersebut tidaklah sederhana seperti tampaknya, dibutuhkan kerja teknologi terkini dan kepiawaian developernya dalam membuat aplikasi. Para pemainnya profesional kelas dunia, dan systemnya dibuat untuk melayani pengguna sedunia. Jadi memang aplikasinya tidak main-main.

Bagaimana dengan penyimpanan dan pengelolaan database kita sendiri?

Di sinilah kita masih dihadapkan pada kenyataan atau realita yang masih sederhana. Kita masih perlu mengelola sendiri data kita di dalam sistem database, dan apa lagi tool-nya sekarang selain Microsoft Access?


Banyak teman atau klien yang mengharapkan sesuatu yang “canggih” (modern/terkini) namun mudah dan sederhana, tersedia dimana-mana (available everywhere), dan kalau bisa gratis atau dengan biaya minimum. “Hadeuh, ini permintaannya innocent banget yah,” bathin saya. Tetapi tentu mereka tidak bisa disalahkan karena setiap hari mereka bisa mencari dan mendownload aplikasi seperti itu di smart phone.

Butuh perjuangan untuk memberi pengertian tentang bagaimana cara kerja teknologi itu sebenarnya, sehingga sesuatu yang mudah dan sederhana bagi users, itu berarti sesuatu yang rumit bagi developernya.

Kalau saya, lebih mudahnya adalah menunjukkan kepada mereka aplikasi yang kami buat, yang berbasis Web dan bisa diakses menggunakan smart phone. Saya kemudian menjelaskan bahwa databasenya memang di taruh di Web (alias Internet). Database tersebut tentu bisa diakses atau available kapan saja dan dimana saja. Nah, untuk mengelola database tersebut saya menggunakan Microsoft Access.

Bisa?

Ya iyalah…. Asalkan database tersebut bisa diakses (kita mendapat hak untuk mengaksesnya dan ada jalurnya) ya kita bisa mengelolanya dengan Microsoft Access. Sekarang, apa coba tool lain yang bisa kita gunakan semudah Microsoft Access?

Dengan Microsoft Access, kita bisa mengelola database apa saja (termasuk SQL Server, MySQL, dan Oracle), baik yang berada pada jaringan lokal (LAN) maupun yang ada di Internet.

Saya membandingkan cara mengakses/mengelola database dengan Microsoft Access dan SQL Server Management Studio, ya menang Access lah. Saya membandingkan cara menggunakan Access dengan phpMyAdmin untuk mengakses database MySQL, juga dengan tools lain seperti MySQL Workbench, SQL Yog, dan Navicat, ya masih menang Access lah.

Satu-satunya kelemahan Access dalam hal ini adalah kita harus menggunakan Laptop berbasis Windows! (Tapi rata-rata kita punya laptop berbasis Windows, kan?)

Jadi, saya tetap membuat aplikasi menggunakan Microsoft Access. Jika user tidak punya Microsoft Access, saya tinggal memintanya mendownload Microsoft Access versi Run Time di RumahAccess.com. Free. Gratis dan legal.

Dengan demikian, seperti apa bisnis rule atau sispro yang harus diimplementasikan, tetap lebih mudah menggunakan Access. Jika kemudian ada kebutuhan untuk mengakses database via Web browser, tinggal buatin module yang “terpaksa” itu dengan PHP. Kenyataannya, tidak banyak web based module yang perlu dibuat.

So, di akhir tahun 2015 ini, dan mungkin di tahun-tahun mendatang pun, Microsoft Access masih tetap berjaya! Don’t go anywhere

5 komentar: