WEB APPLICATION VS ONLINE APPLICATION

Oleh: Haer Talib

Sampai hari ini nyatanya masih banyak yang kurang faham Internet, walaupun yang bersangkutan berprofesi sebagai orang IT atau pengguna sistem IT. Internet masih dikonotasikan sebagai Web saja. Padahal, Web hanya salah satu protokol (atau sebut saja: layanan) Internet. Yang lainnya ada: Email, FTP, dan lain-lain yang kurang populer di kalangan pemakai Internet kebanyakan.

Internet Adalah Jaringan Komputer


Harusnya difahami, Internet adalah jaringan "komputer" seluruh dunia. Oleh karena berupa jaringan komputer, maka kita bisa menghubungkan komputer kita untuk diakses oleh komputer lain. Komputer yang bisa (atau biasa) diakses umumnya bertindak sebagai "server". Identitas atau alamat komputer server ini umumnya berupa alamat IP, atau bisa juga berupa nama seperti nama domain. Tata cara akses komputer pun hampir sama seperti kita mengakses komputer di dalam jaringan lokal (LAN).

Akses Database Via Internet


Dari pemahaman di atas, kita bisa menempatkan database pada komputer server, lalu mengaksesnya dari komputer client, sama seperti kita mengakses database yang dipasang pada komputer server dalam LAN. Oleh karena Internet merupakan jaringan yang bisa diakses di seluruh dunia, maka jika kita menaruh database pada komputer server yang dihubungkan dengan Internet, maka database tersebut bisa diakses dari seluruh dunia. Akses database ini bisa dilakukan juga oleh aplikasi yang kita buat dengan MS Access. Caranya? Ya link table seperti biasa saja! (mudah).


Spesifikasi


Apakah perlu komputer server yang khusus untuk Internet? Tidak, komputer server yang bisa (atau biasa) kita pakai dalam LAN juga bisa, sama saja. Syaratnya hanya komputer server tersebut mempunyai alamat IP atau nama domain yang berlaku umum (public), sehingga router bisa mencapainya.

Apakah komputer server tersebut harus ditempatkan pada tempat atau lokasi yang khusus? Tidak juga, bisa di kantor atau rumah, asal terkoneksi ke Internet.

Apakah perlu koneksi Internet yang khusus? Tidak juga, namun semakin lebar pita (broadband) koneksinya, akan semakin cepat koneksi atau lalu lintas data yang dapat dilakukan. Dalam hal kecepatan ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi karena lalu lintas data melalui berbagai router yang akan mengarahkan aksesnya. Jika di dalam lintasan ada yang lambat, maka kecepatan akses data menjadi lambat. Untuk itu, sebaiknya kita melewatkan akses pada jalur (path) yang selalu cepat. Para teknisi jaringan yang bekerja di perusahaan layanan Internet (ISP) mengetahui hal ini lebih baik, sehingga kita perlu menggunakan layanan koneksi dari ISP yang terpercaya.

Salah satu cara agar koneksi ke server kita selalu dalam kecepatan yang maksimal adalah menempatkan komputer server pada penyedia layanan data center, atau yang biasa kita sebut co-location. Cara lain adalah menyewa komputer server pada data center tersebut, bisa secara dedicated (dipakai sendiri) atau secara shared (dipakai bersama pengguna lain). Cara yang lebih baru adalah menggunakan Cloud system, dimana kita tidak perlu lagi mengetahui komputer server secara fisik (baik hardware komputer maupun lokasinya), karena semuanya sudah diatur oleh system.

Jika pertimbangan-pertimbangan teknis tersebut di atas menjadi rumit bagi kita, ambil cara yang lebih praktis lagi, yaitu: sewa database server pada penyedia layanan. Kita tinggal pasang database kita. Semua urusan koneksi dan sistem sudah diurus oleh penyedia layanan, bahkan termasuk backup, pengamanan dari serangan hacker, system upgrade, dan sebagainya.


Access Database vs Database Server


Pertanyaan selanjutnya adalah: database system apa yang bisa kita gunakan? Apakah kita bisa menggunakan database MS Access?

Ya, kita bisa menggunakan database MS Access.

Sebenarnya, database MS Access hanya berupa sebuah file yang menyimpan data, sedangkan mesin databasenya ada pada komputer client. Itulah mengapa ketika kita ingin membuka atau mengakses database Access, persyaratannya di komputer client harus menggunakan MS Windows dan terpasang software MS Access. Pada sisi server, kita tidak harus menggunakan MS Windows atau memasang software MS Access.

Dalam hal pemakaian database system ini, pertimbangan lain yang harus dipikirkan adalah sifat dari system tersebut. Database MS Access sifatnya adalah "file sharing", bukan "database server". Dari pengertian ini, kecepatan database server tentu lebih cepat dibandingkan file database Access. Pada database server, akses terhadap data yang disimpan dilakukan oleh mesin database di komputer server, sedangkan pada database Access, mesin database berada di komputer client. Oleh karena itu, jika akses database ingin dilakukan melalui Internet, lebih disarankan menggunakan database server, seperti MS SQL Server atau MySQL (yang populer).

Seperti telah diketahui, MS Access bisa mengakses dan mengelola data dari (hampir semua) sistem database server. Jadi, aplikasi yang kita buat dengan MS Access bisa mengakses database melalui jaringan Internet, sehingga aplikasi bisa dijalankan dari mana saja di seluruh penjuru dunia.

Online Application


Aplikasi yang online? Yes! Aplikasi online tidak harus berupa Web Application! Aplikasi yang kita buat dengan MS Access juga bisa online dari seluruh penjuru dunia... hehehe...

Web application adalah aplikasi yang dijalankan menggunakan Web Browser (seperti Mozilla Firefox, Chrome, Internet Explorer). Kelebihan aplikasi web adalah kita cukup membuka web browser dan memasukkan alamat aplikasinya, maka aplikasi tersebut bisa berjalan. Web browser bisa dijalankan pada komputer desktop/laptop yang berbasis Windows, Linux, bahkan pada gadget atau smartphone.

Aplikasi yang kita buat dengan MS Access HARUS dijalankan pada komputer berbasis Windows, dan terpasang software MS Access (bisa menggunakan versi Runtime yang gratis). Itulah bedanya.

Kalau begitu, terbatas dong? Ya, lebih terbatas dibandingkan dengan web application. Tetapi untuk urusan pekerjaan yang perlu mengelola data yang banyak, kemudahan dan kenyamanan entry data atau klik mouse, maka pekerjaan tersebut memang membutuhkan komputer dengan layar monitor yang lebar, bukan? Jadi, sebenarnya lebih enak menggunakan "aplikasi desktop" seperti yang dibuat dengan MS Access.

Jika keperluannya adalah memasukkan data, mengelola data, copy-paste dengan Excel, eksport-import file, print, dan semua pekerjaan yang memang lebih nyaman dilakukan dengan komputer, kita tidak harus membuat aplikasi web. Aplikasi MS Access lebih mudah dan cepat dibuatnya dibandingkan aplikasi web. Dalam hal ini kita bisa melakukan penghematan biaya pengembangan (development) yang cukup banyak. Selain itu, banyak hal yang bisa dilakukan pada aplikasi desktop yang sulit dibuat dalam aplikasi web, karena aplikasi web dibatasi oleh kemampuan browser.

Sisi lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah: aplikasi web bisa dijalankan oleh semua orang dari seluruh dunia, karena cukup menggunakan web browser dan mengetahui alamat aplikasinya. Orang-orang pintar "sedunia" bisa mencoba menghack aplikasi tersebut, sehingga tidak perlu melakukan login, dan dengan caranya sendiri bisa langsung mengakses ke database! Aplikasi web yang aman seperti yang dimiliki oleh perbankan sangat mahal pembuatannya, dan mahal pula dalam menjaganya. Jika memang anda membutuhkan aplikasi super fleksibel dan aman seperti itu, ya mau tidak mau memang harus mengeluarkan ongkos yang "super" juga.

Jadi kembali lagi, tanyakan kepada diri anda sendiri: apakah saya memang perlu membuat aplikasi web atau hanya cukup aplikasi yang bisa mengakses database secara online melalui Internet? Jika jawabannya adalah yang kedua, maka anda tetap bisa membuatnya dengan MS Access, dan menikmati kemudahan dan kekayaan fitur yang tersedia hanya pada aplikasi yang dibuat dengan MS Access!

Enjoy Access!

2 komentar:

cepwahyu mengatakan...

Nunggu ah lanjutanya...moga2 sampe ada contohnya....hehe..

Haer Talib mengatakan...

merapat aja kang, susah share nya.