Belajar MS Access (5)

Oleh: Haer Talib (haer.RumahAccess.com)

Artikel ini merupakan lanjutan artikel Belajar MS Access (4).

Keterangan:
Artikel Belajar MS Access ditulis secara bersambung di www.RumahAccess.com sebagai bahan belajar/tutorial bagi pemula. Dalam tulisan ini dibahas cara pembuatan database dan aplikasi Invoice sebagai contoh kasusnya.


Pada artikel sebelumnya kita telah mencoba menggunakan Datasheet untuk memasukkan dan mengelola data, serta membuat Form sebagai interface untuk memasukkan dan menampilkan data secara lebih jelas (clear view).

Form bisa dibuat dengan sangat mudah dan otomatis menggunakan “Form”, bisa juga dibuat dengan bantuan “Form Wizard”. Kali ini, kita akan membuat form menggunakan tool aslinya, yaitu “Form Design”.

Membuat Form dengan Form Design


Form sebenarnya tidak selalu harus mengandung data. Form bisa “kosongan”, hanya berupa ‘bidang’ di layar. Form bisa berwarna, diberi gambar (picture), dan ukurannya bisa diatur. Form ‘normal’ selalu memenuhi bidang yang disediakan MS Access, sementara form ‘popup’ ukurannya sesuai yang kita tentukan (bisa fixed atau sizable) dan tampil di atas (depan) form yang lain.

Untuk mengatur agar sebuah form sesuai dengan keinginan, kita menggunakan Property Sheet. Pada Property Sheet, kita bisa mengatur tampilan form (Format), mengatur data (Data), serta mengatur apa yang akan dilakukan jika sesuatu terjadi (Event).

Untuk mulai membuat form dengan Design View, klik menu tab CREATE, klik “Design View”.


Tampak tampilan Form Design View sebagai berikut:



Tampilan yang anda lihat mungkin sedikit berbeda, misalnya di bidang form ada garis-garis atau titik-titik (grid). Itu hanya opsional untuk membantu kita meletakkan control di atas form, dan bisa dihilangkan seperti saya lebih suka yang polos…;)

Untuk menampilkan menu ‘sakti’, klik-kanan pada bidang form.


Membuat Sendiri Form Data Customer


Sekarang, kita mencoba membuat sendiri form data customer.
  1. Jalankan Microsoft Access, lalu buka file database Invoice.accdb yang kita buat pada latihan terdahulu.
  2. Klik menu CREATE, klik “Form Design”.
  3. Tampilkan kotak Property Sheet (jika belum tampil).
    Kotak Property Sheet adanya di sebelah kanan bidang form.
    Cara menampilkan kotak Property Sheet:
    •    Klik menu DESIGN, klik “Property Sheet”
    •    atau klik-kanan bidang form, klik “Properties” (atau langsung “Form Properties”)
    •    atau tekan F4
  4. Pilih “Form” pada bagian atas Property Sheet, agar objek yang terseleksi adalah “Form”.
  5. Klik tab Data pada Property Sheet.
  6. Pada property “Record Source” pilih “tbl_Customer”.



Ingat, table “tbl_Customer” telah kita buat pada latihan sebelumnya.
Cara di atas adalah cara menghubungkan sumber data dengan form.
Sumber data bisa berupa sebuah table, bisa juga berupa query yang mungkin menggunakan beberapa table atau query lainnya, serta bisa juga berupa perintah SQL secara langsung.

Menambahkan Field ke atas Form


Setelah menghubungkan sumber data dengan form, sekarang kita sudah bisa menambahkan field-field dari sumber data tersebut ke atas form.

1.    Klik menu DESIGN, klik “Add Existing Fields” (atau tekan Alt+F8).
Akan tampak daftar fields sebagai berikut:



Kalau daftar field belum muncul, berarti anda belum berhasil mengubungkan form dengan sumber datanya.

2.    Sekarang seret (tarik dan lepaskan / drag and drop) field dari daftar field ke atas form. Anda bisa melakukannya satu demi satu, atau beberapa field sekaligus. Untuk menarik banyak field sekaligus, klik field pertama, lalu tekan Shift sambil klik field terakhir. Bisa juga menekan Ctrl sambil mengklik setiap field yang ingin ditambahkan. Setelah field-field terseleksi, tarik dan lepaskan ke atas form.



3.    Anda bisa mengatur tata letak field di atas form, termasuk mengubah panjang field. Jika letak field ‘berantakan’, anda bisa memanfaatkan menu ARRANGE untuk merapikannya. Namun dalam hal ini anda perlu melakukannya secara langsung praktek (mencoba-coba) dengan berpikir secara logis saja, dan memanfaatkan perintah Align dan Size/Space.



Jika anda sudah selesai mengatur letak field, form data customer anda sekarang sudah siap digunakan.

Menyimpan dan Menampilkan Form


Simpan form dengan klik ikon Disket (Save) atau tekan Ctrl+S. Beri nama form yang anda buat ini: frm_Customer_data (harap menyimpan dengan nama yang saya sarankan agar bisa dijadikan referensi pada latihan berikutnya).

Untuk menjalankan form yang sudah anda buat, klik menu HOME atau DESIGN, klik ikon View (untuk menampilkan dalam Form View). Bisa juga klik-kanan tab form dan klik “Form View”, atau double-click nama form di Navigation Pane (sebelah kiri).




Tampilan form data customer setelah ‘dirapiin’ kira-kira akan tampak sebagai berikut:


 Sampai di sini, anda telah membuat form untuk memasukkan dan menampilkan data.

Navigasi Record dan Mengedit Data


Klik tombol navigasi di bagian bawah untuk pindah record. Klik tombol “New” (paling kanan) untuk menambahkan record baru (bisa juga menekan Ctrl++ / tekan tombol Ctrl dan tombol +). Untuk menghapus record, klik Record selector lalu tekan Delete (bisa juga menekan Ctrl+- / tekan Ctrl dan tombol -).

Anda bisa langsung mengedit data yang terlihat pada form, dan begitu anda pindah record, maka data akan otomatis disimpan ke table. Data yang sudah disimpan atau dihapus tidak bisa dikembalikan (undo). Jika anda ingin membatalkan perubahan data pada record, selama belum pindah record anda masih bisa menekan tombol Esc. Penekanan Esc pertama akan membatalkan perubahan pada field yang aktif (tempat cursor berada), penekanan Esc kedua akan membatalkan perubahan pada record tersebut.

Anda juga bisa mengcopy dan paste record. Cara mengcopy record: klik Record selector, lalu tekan Ctrl+C (bisa juga klik-kanan pada record selector dan pilih “Copy”). Untuk mempaste record yang sudah dicopy, tampilkan record baru (Ctrl++) lalu klik-kanan record selector dan pilih “Paste”.

Mengkustomasi Form


Form yang anda buat di atas bisa dikatakan ‘masih orisinil’, hampir sama dengan yang dibuat secara instan atau dengan Wizard. Bedanya, field yang anda masukkan sudah dipilih, dan tata letak field pada form sudah seperti yang anda inginkan.

Kita masih bisa mengkustomasi penampilan dan perilaku form yang kita buat dengan mengatur propertinya, misalnya mengganti Caption pada judul form dengan teks yang lebih muwakil daripada nama form, memberi warna atau gambar, dan lain sebagainya. Hal ini in syaa Allah akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

(Bersambung)

Belajar MS Access (4)

Oleh: Haer Talib (haer.RumahAccess.com)

Artikel ini merupakan lanjutan artikel Belajar MS Access (3).

Keterangan:
Artikel Belajar MS Access ditulis secara bersambung di www.RumahAccess.com sebagai bahan belajar/tutorial bagi pemula. Dalam tulisan ini dibahas cara pembuatan database dan aplikasi Invoice sebagai contoh kasusnya.

Pada artikel sebelumnya kita telah membuat file database, membuat table-table untuk menyimpan data, dan mencoba mengisi data langsung pada table melalui tampilan Datasheet (Datasheet View).

Form Invoice - Contoh Aplikasi Database MS Access

Menggunakan Datasheet


Anda sebaiknya melakukan pengisian data seperti yang dianjurkan agar anda merasakan bagaimana ‘rasa’ nya mengisi data secara langsung. Jika anda melakukannya, mungkin sekali anda merasa ‘biasa’ saja, sama seperti mengisi data pada MS Excel. Tetapi, bisa jadi anda merasa lebih mudah mengisi data pada table Access dibandingkan pada sel-sel Excel. Table (atau lebih tepatnya Datasheet) Access memang didisain untuk menerima pemasukan data dan navigasi di dalam database. Seharusnya memang lebih enak. Jika anda merasa agak kaku, itu karena anda belum terbiasa saja.


BELAJAR MELALUI TRAINING LEBIH MUDAH DAN CEPAT

Oleh: Haer Talib (haer.RumahAccess.com)

Alhamdulillah, training MS Access - Programming hari Minggu, 13 Agustus 2017 yang dilaksanakan RumahAccess Indonesia (RumahAccess.com) berhasil dengan baik. Peserta terlihat antusias sehingga waktu training menjadi mulur hingga setengah enam. Saatnya salah seorang peserta yang berasal dari Bali harus ke bandara mengejar pesawat. Ada juga dua orang peserta dari Bandung yang berangkat jam 5 pagi dengan kereta, juga harus balik. Senang berbagi ilmu dengan kalian guys! Apalagi yang telah berusaha datang dari jauh. Semoga sedikit pencerahan yang saya berikan dapat membantu percepatan belajar anda sehingga mampu menguasai MS Access sebagai tool untuk mengelola data dan membuat aplikasi database.

Lebih Mudah dengan Petunjuk yang Tepat


Belajar Access lebih mudah, bukan? Dengan petunjuk yang tepat, kebingungan dalam memulai menggunakan Access menjadi teratasi, lalu muncul ide-ide kreatif untuk membuat aplikasi database, paling tidak menggunakan Access sebagai alat untuk mengelola data, baik databasenya dari Access sendiri maupun dari database lain.


BELAJAR MS ACCESS (3)

Oleh: Haer Talib

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Belajar MS Access (2).

Sampai tahap ini anda sudah membuat tiga buat table, yaitu: tbl_Customer, tbl_Invoice, dan tbl_Invoice_detail. Ketiga table tersebut juga sudah dihubungkan dalam Relationships.

Sekarang, anda sudah bisa memasukkan data Customer.

Buka file database Invoice.accdb yang sudah anda buat pada latihan sebelumnya.
Klik-ganda (double-click) tbl_Customer pada Navigation Pane (di sebelah kiri). Cara ini akan membuka table ke dalam Datasheet view. Di sini anda sudah bisa memasukkan data.












SOLUSI MS ACCESS LEBIH CEPAT DAN PRAKTIS

Oleh: Haer Talib

Solusi MS Access dalam pembuatan aplikasi database lebih murah, cepat, praktis, dan bisa diimplementasikan dengan segera untuk memenuhi kebutuhan anda sekarang. Di zaman yang sangat cepat berubah ini, untuk apa anda mencari solusi yang sempurna, karena nanti akan berubah juga.

MS Access
Banyak orang masih menyangsikan kemampuan MS Access untuk solusi databasenya. Hal ini mungkin karena mendengar perbandingan kemampuan MS Access dengan sistem database yang lain seperti MS SQL Server, MySQL, dan Oracle. MS Access juga dikategorikan sebagai sistem database desktop, yang sederhana dan hanya mampu menangani database skala kecil. Selain itu MS Access dianggap rentan terhadap kerusakan, rendah keamanan, dan lambat.

Database Server
Sebenarnya semua anggapan itu hampir benar. Hanya saja, membandingkan MS Access dengan sistem database seperti MS SQL Server, MySQL, atau Oracle adalah seperti membandingkan kemampuan dump truck dengan mobil pickup. Jelas saja kemampuan dump truck lebih besar. MS SQL Server, MySQL, Oracle adalah sistem database server untuk kelas enterprise. Kemampuannya sangat besar dibandingkan dengan MS Access. Namun, apakah anda memerlukan kemampuan yang besar tersebut?