TRAINING 11-12 FEBRUARY 2017

Program Training ini kembali diadakan atas permintaan yang masuk ke admin. Segera konfirmasi keikutsertaan anda untuk memastikan anda mendapat tempat. Peserta dibatasi 10 orang per sesi. Jika tidak ikut sekarang, anda harus menunggu lagi.

Kirim email pendaftaran ke: admin@RumahAccess.com dengan melengkapi data sbb:
* Nama Lengkap (untuk sertifikat):
* Alamat:
* Nomor HP:
* Pekerjaan:
* Perusahaan/Kantor:
* Jabatan:
* Materi yang ingin diikuti:

(Bagi yang sudah melakukan pendaftaran, hanya perlu melakukan konfirmasi).

Pelaksanaan di Jl. Sabang, Jakarta
Sabtu, 11 February 2017 (materi: Basic)
Minggu, 12 February 2017 (materi: Programming)
Waktu: 09:00 - 17:00 WIB
Biaya: Rp 698.000,- per orang per sesi.

(Jika belum pernah mengikuti training materi Basic, diharap mengikuti materi Basic terlebih dahulu karena penting).

MENGAPA PERLU MEMBUAT PROGRAM APLIKASI

Oleh: Haer Talib

Beberapa kali terakhir ini saya selalu menuliskan "filsafat" tentang database dan pemakaian software Microsoft Access sebagai tool yang mudah untuk mengelola dan mengolah database.
Saya tidak membahas teknis pembuatan aplikasi dulu, karena yang lebih penting adalah pemahaman tentang keperluan mengelola (termasuk menyimpan) data ke dalam sistem database dan mengolahnya dengan tool database.

Penyimpanan Data Pada Program Spreadsheet

Dari pengalaman saya selama ini, umumnya "staf" menyimpan dan mengelola datanya menggunakan Microsoft Excel (atau dulu dengan Lotus 123 dan SuperCalc). Penggunakan program spreadsheet untuk menyimpan dan mengolah data memang cukup sederhana, cepat, dan "nggak pakai ribet".
Saya kadang-kadang kagum pada mereka yang demikian rapi menyimpan data dengan Excel. Bahkan, dengan kemampuan pivot di Excel sekarang, mereka mampu bekerja dengan cepat membuat rekapitulasi, summary, bahkan analisis data. Hebat!

Hambatan Pemakaian Excel

Hambatan yang umumnya dirasakan oleh para pemakai Excel adalah dalam pemakaian secara multi-user. Excel memang hanya bisa berbagi pakai secara sederhana. Jika seseorang sudah membuka filenya, maka pemakai yang lain harus menunggu agar bisa melakukan update, atau dia hanya bisa "menonton" data atau mengaksesnya secara read-only.
Hambatan kedua yang terjadi adalah sangat lambatnya membuka file Excel jika data yang dikandungnya sudah banyak. Data "banyak" ini biasanya terdiri dari banyak sheet, misalnya menurut bulan: "Jan", "Feb", dst. Lalu, ada juga sheet yang bernama "Jan-Rev.1", "Jan-test", "Jan-Laporan", dsb.

File Menjadi Banyak

Berikutnya, oleh karena file yang mengandung formula sangat lambat waktu dibuka, apalagi menjadi referensi banyak file yang lain, maka file tersebut di-convert menjadi value. Karena sayang dengan formulanya, maka file yang mengandung formula tetap disimpan juga. Sekarang jadinya ada dua file: yang pertama bernama "data-master-asli" dan yang kedua bernama "data-master-value". File-file lain yang semula merujuk ke "data-master" lalu harus diubah link-nya ke file "data-master-value". Oleh karena banyak file yang harus diubah, sebagian sudah diupdate link-nya dan sebagian belum, maka mulailah sifat alami manusia yang bernama "LUPA" muncul menjadi raja. Selanjutnya, karena sayang dengan file (mungkin suatu saat masih diperlukan), maka file-file Excel menjadi sedemikian banyak. Sebagian akhirnya dikelompokkan dalam folder-folder. Sebagian lagi ditaruh di lokasi lain sebagai backup. Dan akhirnya, ketika dibutuhkan, FILE MANAKAH YANG MENYIMPAN DATA TERUPDATE?

Keperluan Membuat Program Aplikasi

Dari uraian di atas jelaslah bahwa untuk menyimpan data, kita memang perlu menggunakan sistem database.
Tetapi, apakah cukup hanya menyimpan data ke dalam database persoalan menjadi selesai?
Jika pemakai (user) memiliki kemampuan dalam mengelola dan mengolah database, maka data bisa ditarik (retrieve) dan diolah sesuai keperluan. Problemnya adalah tidak semua user memiliki kemampuan database yang mumpuni. Di sinilah perlunya disediakan aplikasi database. Developer aplikasi bertugas membuat modul-modul yang siap pakai untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk input data absensi (kehadiran) karyawan, maka dibuatkan sebuah modul aplikasi bernama (misalnya) Timesheet. Petugas hanya perlu memasukkan data pada modul tersebut tanpa perlu mengetahui datanya disimpan dimana dan dalam bentuk apa. Jika nanti diperlukan pengolahan data absensi untuk mengetahui jumlah lembur, maka developer menyediakan modul lain yang akan melakukan tugas/keperluan tersebut. Inilah yang disebut dengan program aplikasi database.


***

MEMBUAT APLIKASI ACCESS ATAU WEB?

Oleh: Haer Talib

Ketika seseorang ingin membuat aplikasi database, pertanyaannya sekarang adalah: apakah membuat aplikasi berbasis desktop ataukah berbasis web?

"Untuk apa membuat aplikasi desktop, sekarang zamannya aplikasi web", kira-kira seperti itu statementnya.

Aplikasi web adalah aplikasi yang diakses atau dibuka/dijalankan menggunakan web browser. Umumnya aplikasi web diakses melalui Internet, sehingga bisa dibuka dimana saja dan kapan saja. User tidak perlu menginstall apa-apa di komputernya, cukup memiliki koneksi ke Internet, maka aplikasi web sudah bisa dibuka. Mau memasukkan data bisa, mau mengecek informasi bisa. Bahkan aplikasi web bisa dibuka di berbagai device dan platform. Jadi, kenapa masih membuat aplikasi berbasis desktop?

BAGAIMANA MENGGUNAKAN ACCESS?

Oleh: Haer Talib

Saya memberikan training database menggunakan MS Access sudah lebih dari 10 tahun. Materi yang paling banyak diminati adalah "MS Access - Basic" dan "MS Access - Programming". Peserta berasal dari berbagai 'kalangan', namun paling banyak adalah "karyawan", baik yang mengikuti training atas inisiatif dan biaya sendiri maupun yang bersama rombongan dan dibiayai oleh kantor. Jumlah 'murid' saya kayaknya sudah lebih dari 200 orang, dari seluruh Indonesia.

Salah satu kesimpulan yang saya peroleh dari peserta adalah: sekitar 50% belum menggunakan Access karena belum tahu caranya.

Semua peserta tentu sudah tahu tentang MS Access, yaitu sebuah software untuk database (makanya ikut training :)). Tetapi bagaimana menggunakannya?


Mengapa Menggunakan Access

Oleh: Haer Talib

Pertanyaan klasik (karena sudah lama juga ditanyakan): "mengapa menggunakan Microsoft Access?"

Berbagai versi memang pertanyaan tersebut. Ketika saya sedang menghandle sebuah event untuk komunitas Microsoft Access di kantor Microsoft Indonesia, seorang staf di situ menyatakan dengan agak heran ke saya: "saya nggak tahu kalau Microsoft Access masih dipakai..."

Lah... :)

Ketika saya bertemu dengan seorang senior yang pakar database macem-macem (gelar MSC/Microsoft Certified-nya banyak), secara pelan dia berpesan kepada saya: "jangan pakai Access lah..."

Lho, kenapa?