Event Sequence

Source: https://sourcedaddy.com/ms-access/event-sequence.html

Agar mudah dicari kembali, saya taruh di RumahAccess.

Sometimes even a fairly simple action on the part of the user raises multiple events in rapid succession. As an example, every time the user presses a key on the keyboard, the KeyDown, KeyPress, and KeyUp events are raised. Similarly, pressing the left mouse button fires the MouseDown and MouseUp events, as well as a Click event. It's your prerogative as a VBA developer to decide which events you program in your Access applications.

Events don't occur randomly. Events actually fire in a predictable fashion, depending on which control is raising the events. Sometimes the trickiest aspect of working with events is keeping track of the order in which events occur. It may not be intuitive, for example, that the Enter event occurs before the GotFocus event (see Table 12.2) or that the KeyDown event occurs before the KeyPress event (see Table-3).

Looking at common event sequences

Here are the sequences of events for the most frequently encountered form scenarios:
  • Opening and closing forms
    • When a form opens: Open (form) → Load (form) → Resize (form) → Activate (form) → Current (form) → Enter (control) → GotFocus (control)
    • When a form closes: Exit (control) → LostFocus (control) → Unload (form) → Deactivate (form) → Close (form)
  • Changes in focus
    • When the focus moves from one form to another: Deactivate (form1) → Activate (form2)
    • When the focus moves to a control on a form: Enter → GotFocus
    • When the focus leaves a form control: Exit → LostFocus
    • When the focus moves from control1 to control2: Exit (control1) → LostFocus (control1) → Enter (control2) → GotFocus (control2)
    • When the focus leaves the record in which data has changed, but before entering the next record: BeforeUpdate (form) → AfterUpdate (form) → Exit (control) → LostFocus (control) → Current (form)
    • When the focus moves to an existing record in Form view: BeforeUpdate (form) → AfterUpdate (form) → Current (form)
  • Changes to data
    • When data is entered or changed in a form control and the focus is moved to another control: BeforeUpdate → AfterUpdate → Exit → LostFocus
    • When the user presses and releases a key while a form control has the focus: KeyDown → KeyPress → KeyUp
    • When text changes in a text box or in the text-box portion of a combo box: KeyDown → KeyPress → Change → KeyUp
    • When a value that is not present in the drop-down list is entered into a combo box's text area: KeyDown → KeyPress → Change → KeyUp → NotInList → Error
    • When data in a control is changed and the user presses Tab to move to the next control:
      Control1: KeyDown → BeforeUpdate → AfterUpdate → Exit → LostFocus
      Control2: Enter → GotFocus → KeyPress → KeyUp
    • When a form opens and data in a control changes: Current (form) → Enter (control) → GotFocus (control) → BeforeUpdate (control) → AfterUpdate (control)
    • When a record is deleted: Delete → BeforeDelConfirm → AfterDelConfirm
    • When the focus moves to a new blank record on a form and a new record is created when the user types in a control: Current (form) → Enter (control) → GotFocus (control) → BeforeInsert (form) → AfterInsert (form)
  • Mouse events
    • When the user presses and releases (clicks) a mouse button while the mouse pointer is on a form control: MouseDown → MouseUp → Click
    • When the user moves the focus from one control to another by clicking the second control:
      Control1: Exit → LostFocus
      Control2: Enter → GotFocus → MouseDown → MouseUp → Click
    • When the user double-clicks a control other than a command button: MouseDown → MouseUp → Click → DblClick → MouseUp


MS Access untuk Pemula (02)

Oleh: Haer Talib (HaerTalib.com)

Artikel ini merupakan seri kedua dari rangkaian tulisan MS Access untuk Pemula. Pada artikel ini kita akan mulai menggunakan Microsoft Access untuk membuat file database dan membuat table data.



(Klik di sini untuk melihat artikel pertama)


Menjalankan Microsoft Access


Saya berasumsi anda sudah memiliki Microsoft Access versi yang baru, paling tidak versi 2007. Pada tulisan ini saya menggunakan Microsoft Access versi 2010, atau kita sebut “Access 2010”. Mulai dari Access 2007, file database yang digunakan sudah dalam format .accdb (versi sebelumnya menggunakan format file .mdb). antara Access 2007 dengan Access 2010 “tampak” sedikit berbeda, namun anda masih bisa latihan mengikuti tulisan ini. Untuk versi-versi 2013, 2016, dan 2019 “tampak” mirip dengan versi 2010, dan jika ada perbedaan in syaa Allah akan saya sebutkan, atau anda sendiri bisa menyesuaikannya.

CATATAN: anda harus memiliki Microsoft Access versi full (full version) untuk bisa membuat file database dan menggunakannya untuk mengelola data atau membuat program aplikasi. Microsoft Access versi runtime (runtime version) hanya bisa digunakan untuk menjalankan program aplikasi yang dibuat dengan Microsoft Access.

Untuk menjalankan Microsoft Access, tekan tombol Windows lalu ketik “Access” untuk mencari aplikasi Microsoft Access (asumsi: anda menggunakan Windows 8 atau yang lebih baru). Klik ikon “Microsoft Access” untuk menjalankannya. Cara lain adalah dengan double-click ikon “Microsoft Access” pada Desktop atau Taskbar (jika ada).



Gambar 1. Tampilan Microsoft Access 2010 ketika dijalankan

Membuat File Database


Pada Access 2010 akan tampak seperti Gambar 1. Di sini kita akan membuat sebuah file database baru.
  1. Pastikan halaman “New”, lalu klik pada ikon “Blank Database”.
  2. Klik ikon “Folder” lalu arahkan ke lokasi penyimpanan file database yang diinginkan. Beri nama file, dan untuk latihan kita berilah nama file “TOKO” lalu klik “OK”.
  3. Klik tombol “Create”.

Mungkin anda bertanya, apa saja arti pilihan yang tersedia pada layar di atas? Selain “Blank Database” ada juga “Blank Web Database” dan “Templates”.

Blank Database” digunakan jika kita ingin membuat file database “biasa” atau yang umum untuk menyimpan data. Pilihan ini untuk membuat “desktop database”.

Blank Web Database” digunakan untuk membuat file database yang bisa diakses melalui Web Browser. Database ini bisa diakses melalui jaringan Intranet maupun Internet, namun databasenya harus disimpan (hosted) pada sebuah Sharepoint Server.

Templates” adalah model database yang disediakan oleh Microsoft (atau pihak ketiga) yang bisa langsung digunakan, misalnya untuk membuat Database Assets, Database Contacts, dan lain-lain sesuai template yang tersedia (template ada yang terinstal bersama Microsoft Access dan ada pula yang tersedia secara online pada situs Office.om). Anda bisa mencoba membuat database berdasarkan template ini dimana Access akan otomatis menyediakan semua objek-objek yang diperlukan dan anda bisa langsung menggunakan database yang tercipta.

Untuk latihan, kita akan membuat database “biasa” dimana kita akan membuat sendiri objek-objek yang diperlukan.

Sebagai perbandingan, berikut ini adalah tampilan jika menggunakan Access 2013.


Gambar 2. Tampilan Microsoft Access 2013 ketika dijalankan

Untuk membuat file database baru, klik “Blank desktop database”, lalu tentukan lokasi penyimpanan dan nama file database (untuk latihan, buatlah file database dengan nama “TOKO”).


Gambar 3. Membuat file database dengan Microsoft Access 2013

Seperti terlihat pada Gambar 2, pada Microsoft Access 2013 istilah “Blank Database” berubah menjadi “Blank desktop database”, sedangkan istilah “Blank Web Database” berubah menjadi “Custom web app”. Perubahan ini hanya pada nama atau istilah saja.

Selanjutnya, setelah menentukan nama file database dan lokasi penyimpanannya, klik tombol “Create”. Pada Access 2013 akan tampak sebagai berikut:



Gambar 4. Tampilan file database baru pada Access 2013

Sedangkan pada Microsoft Access 2010 akan tampak sebagai berikut:



Gambar 5. Tampilan file database baru pada Microsoft Access 2010

Terlihat “hampir” sama, bukan?

Saat ini, klik tombol “X” kecil di sebelah kanan atas table untuk menutup Table1. Kita tidak memerlukan table yang otomatis disediakan oleh Access ini karena kita akan membuat sendiri mulai dari awal. Jika anda penasaran dengan table yang otomatis disediakan Access tersebut, setelah menutupnya, klik menu (ribbon) “CREATE” lalu klik ikon “Table”, maka objek table yang tadi pun akan muncul. Table ini disediakan oleh Access agar pemakai pemula bisa langsung memasukkan data seperti pada Excel. Namun demikian, umumnya pemakai Access tidak menggunakan table ini karena lebih suka menyusun sendiri struktur table yang diinginkan.

Objek-Objek pada Access


Table adalah objek yang menyimpan data. Selain Table, objek yang tersedia pada Access adalah: Query, Form, Report, Macro, dan Module.

Sebagai perkenalan, berikut ini saya jelaskan sedikit tentang objek Access.

Query adalah objek untuk mengakses data. Query berisi perintah SQL (Structured Query Language) untuk mengakses data dari table atau dari query lainnya. Jadi query tidak memiliki atau menyimpan data.

Form adalah objek untuk menampilkan data, atau sebagai interface untuk memasukkan data.

Report adalah objek untuk mengatur tata letak data jika ingin dicetak (printout).

Macro adalah obek yang memuat perintah (command) tanpa menuliskan program.

Module adalah objek yang memuat perintah pemrograman (script atau code program).

Sebuah file Access tidak harus memiliki semua objek tersebut di atas. File yang digunakan untuk menyimpan data saja mungkin hanya berisi objek Table (tanpa objek yang lainnya). File seperti ini biasanya disebut “file database”. File yang lain mungkin tidak memiliki objek Table, tetapi memiliki objek selain Table. File ini biasanya disebut “file aplikasi”. File aplikasi dihubungkan dengan file database menggunakan Link Table. Namun demikian, bisa saja sebuah file Access sudah mengandung objek database (Table) dan objek aplikasi (selain Table) sekaligus.

Membuat Table


Sekarang kita akan membuat table untuk menyimpan data. Kita akan selalu menggunakan tool “Design” dan tidak menggunakan “Wizard” agar memahami dari dasar dan tidak repot menjelaskan langkah-langkah Wizard.

Ketika ingin “membuat” sebuah objek, menu (ribbon) yang diklik adalah CREATE, lalu klik ikon perintah Design sesuai objek yang ingin dibuat. Misalnya jika ingin membuat Table, maka klik menu CREATE > Table Design. Jika ingin membuat Query, maka klik menu CREATE > Query Design, demikian seterusnya.

Sesuai dengan nama database yang kita buat untuk latihan, yaitu “TOKO”, kita akan membuat objek-objek table untuk keperluan toko. Di sini kita akan merekam data: Barang, Pelanggan, Pemasok (Supplier), transaksi Penjualan, dan transaksi Pembelian.



Gambar 6. Membuat Tabel Barang

Berikut ini tata cara pembuatan table:

  1. Klik menu CREATE > Table Design. Tampak tampilan seperti Gambar 6.
  2. Masukkan / ketik susunan field seperti pada gambar.
  3. Pada field RecTime, klik property Default Value di bagian bawah dan ketik Now()
  4. Field Kode_Barang menggunakan tipe data “Text” dengan ukuran 20 characters (pada Access 2013 dan yang lebih baru, tipe data ini berubah menjadi “Short Text”).
  5. Field Nama_Barang berukuran 50 (anda bisa menambahkan ukuran ini jika dirasa perlu, namun ingat bahwa nama barang ini akan dicetak pada struk atau slip penjualan serta laporan-laporan lainnya).
  6. Field Satuan berukuran 10 (satuan ini sering disingkat, misalnya “buah” menjadi “bh”, “lusin” menjadi “ls”, dan sebagainya).
  7. Field Harga_Beli dan Harga_Jual menggunakan tipe data “Currency”, bukan “Number”. Hal ini karena tipe data “Currency” sudah dioptimalkan untuk nilai yang berkaitan dengan uang.
  8. Field Keterangan disediakan untuk menampung data tambahan jika diperlukan / jika ada. Ukurannya 50, namun boleh diubah sesuai keperluan.
  9. Klik field Kode_Barang, lalu pada menu DESIGN, klik “Primary Key”. Field ini akan kita jadikan field kunci untuk menghubungkan data ke table lain.
  10. Simpan table dengan nama “tbl_Barang” (tanpa tanda kutip). Untuk menyimpan objek, klik ikon disket di bagian kiri atas, atau tekan Ctrl+S.

Keterangan:
  • Field RecID dan RecTime bersifat opsional namun saya sangat menyarankan kedua field ini karena sangat bermanfaat dalam pembuatan aplikasi dan untuk keperluan surveillance.
  • Perhatikan nama field tidak menggunakan spasi (walaupun Access membolehkan spasi pada nama field dan nama objek, namun sangat merepotkan nanti di dalam pembuatan aplikasi).
  • Ukuran field Text adalah jumlah huruf (characters) maksimal. Jika data yang diisi kurang dari ukuran tersebut, Access hanya menyimpan data tanpa spasi di belakangnya.

Selanjutnya buatlah table Pelanggan sebagai berikut:



Gambar 7. Membuat Table Pelanggan

Tata cara pembuatan table Pelanggan:
  1. Klik menu CREATE > Table Design
  2. Ketik susunan field seperti pada Gambar 7.
  3. Field Kode_Pelanggan berukuran 20.
  4. Field Nama_Pelanggan berukuran 50.
  5. Field Alamat berukuran 255 (Ukuran maksimal untuk tipe data Text atau Short Text. Umumnya ukuran ini sudah cukup untuk menampung data alamat lengkap termasuk nama kota dan kode pos).
  6. Field Telepon berukuran 150 (Untuk menampung beberapa nomor telepon. Saat ini seseorang umumnya memeliki beberapa nomor telepon termasuk nomor HP atau WA).
  7. Field Email berukuran 150 (Untuk menampung beberapa nomor email atau keterangan tentang email atau akun media sosial lainnya).
  8. Field Keterangan berukuran 255 (Ukuran maksimal).
  9. Klik field Kode_Pelanggan lalu klik menu DESIGN > Primary Key.
  10. Simpan table dengan nama: tbl_Pelanggan

Untuk table Pemasok sama dengan table Pelanggan, hanya field Kode_Pelanggan diubah menjadi Kode_Pemasok, Nama_Pelanggan diubah menjadi Nama_Pemasok. Simpan table dengan nama: tbl_Pemasok

(bersambung)

MS Access Untuk Pemula (01)

Oleh: Haer Talib (HaerTalib.com)

Artikel ini merupakan seri pertama dari rangkaian tulisan MS Access untuk Pemula. Pada artikel ini saya akan membahas sedikit tentang software Microsoft Access sehingga rekan-rekan yang baru mengenalnya mendapatkan gambaran yang umum.

Apa Itu Microsoft Access?


Microsoft Access adalah software aplikasi untuk mengelola data.
Microsoft Access dikenal sebagai salah satu aplikasi dalam suite Microsoft Office, bersama-sama Microsoft Excel (untuk mengolah angka / membuat kertas kerja/worksheet), Microsoft Word (untuk mengolah kata/word processor), dan yang lainnya. Jadi, Microsoft Access memang disediakan untuk mengelola/ mengolah data.

Di antara aplikasi Microsoft Office yang paling banyak dipakai adalah Microsoft Excel dan Microsoft Word. Sepertinya menjadi keharusan bagi pemakai komputer untuk menguasai kedua aplikasi tersebut (di samping aplikasi yang lain sesuai dengan kebutuhan kerja, misalnya Microsoft Outlook untuk email, Microsoft PowerPoint untuk membuat presentasi, dan lain-lain).

Ada rekan yang saking seringnya menggunakan Microsoft Excel, apa saja pekerjaan yang harus dilakukan dia menggunakan Microsoft Excel, termasuk untuk menyimpan dan mengolah data. Tentu hal ini boleh saja, namun kurang sesuai karena untuk menyimpan dan mengelola data sudah disediakan aplikasi yang khusus Microsoft Access.

Kesulitan Menggunakan Microsoft Access


Mengapa rekan tadi menyimpan dan mengolah data menggunakan Microsoft Excel, bukan dengan Microsoft Access? Kenyataannya, menggunakan Microsoft Access dirasa lebih sulit dan membingungkan.

Ketika menjalankan Microsoft Excel, kita bisa membuka sebuah workbook kosong tanpa harus menyimpan filenya (Save) terlebih dahulu, dan langsung bisa bekerja. Pilihan untuk menyimpan atau membiarkan workbook dilakukan ketika kita sudah selesai bekerja, atau ketika ingin menutup aplikasi Microsoft Excel. Berbeda dengan Microsoft Access, dimana dari awal kita harus membuat file dulu alias harus melakukan penyimpanan file (menentukan lokasi penyimpanan dan nama file).

Kesulitan (atau hambatan) kedua adalah pada istilah DATA dan DATABASE. Jika hanya sekadar DATA, pada Excel juga kita memasukkan dan mengolah data. Namun istilah DATABASE terkesan sangat kompleks dan membuat keder. Padahal, database ‘hanyalah’ sekumpulan data yang akan digunakan untuk menghasilkan informasi. Memang sih ada kaidah-kaidah atau aturan dalam menyusun database sehingga efektif dan efisien, tetapi sudah ada teorinya dan dapat dipelajari sedikit demi sedikit.

Memilih Microsoft Excel atau Microsoft Access


Sekarang, apakah anda sudah memutuskan untuk menggunakan Microsoft Access untuk mengolah data?

Sebenarnya, Microsoft Excel juga sudah dilengkapi dengan fitur-fitur untuk mengelola data(base). Asal data anda rapi tersimpan dalam worksheet dan anda bisa menggabung-gabungkan (relasi) data tersebut, maka anda sudah menyimpan database.

Namun kelemahannya kalau anda menyimpan data dalam worksheet, data tersebut akan “dibuka” semua ketika anda membuka workbooknya, sehingga “loading” menjadi lama dan terkadang kerja pun menjadi lambat.

Pada Excel sekarang tersedia fitur Excel Table, dimana kita bisa memasukkan data dan mengelolanya “secara database”, misalnya kita bisa menentukan tipe data yang boleh dimasukkan (melalui fitur Data Validation) atau menggunakan fitur-fitur Excel Data Table yang lain.

Menurut saya, jika data yang dikelola hanya sedikit, maka anda bisa menggunakan Microsoft Excel. Begitu membuka workbook, anda sudah bisa melihat data, melakukan pencarian, sort, filter, atau memformatnya untuk sebuah laporan.

Namun jika data anda banyak dan terus bertambah seiring berjalannya waktu, misalnya tahun, bulan, bahkan harian, maka anda sudah seharusnya menggunakan aplikasi khusus untuk mengelola data(base). Database keluarga, misalnya, atau database warga di RT dan RW, masih bisa dikelola dengan Microsoft Excel. Tetapi jika data itu berupa order barang yang selalu masuk, rencana delivery, rencana produksi, inventory control, maka seharusnya anda menggunakan aplikasi khusus database seperti Microsoft Access.

Anda perlu menggunakan Microsoft Access juga, jika:
  • Data ingin dibuka dan dikelola bersama-sama orang lain dalam jaringan komputer (LAN). Jika menggunakan Excel, begitu seseorang membuka filenya, maka rekan yang lain tidak bisa membukanya untuk diedit.
  • Data ingin dipisahkan dari “aplikasi” yang mengelolanya. Data disimpan di suatu tempat pada komputer yang menjadi “server”, dan pemakai hanya membuka file aplikasi yang terhubung dengan data (file aplikasi tidak menyimpan data). Dengan cara ini data menjadi lebih aman/selamat.
  • Anda ingin membuat aplikasi yang akan berjalan otomatis atau semi-otomatis memanfaatkan fitur-fitur pemrograman, dimana hal ini lebih mudah dilakukan pada Microsoft Access ketimbang Microsoft Excel.

Mengapa Microsoft Access?


Mungkin timbul pertanyaan, apakah harus Microsoft Access untuk mengelola database?

Saat saya menulis ini (Mei 2019) saya tidak mempunyai pilihan yang lebih mudah dan lebih baik dari Microsoft Access. Tahun lalu saya menulis tentang pilihan tools untuk menggantikan Microsoft Access (rumahaccess.com/2018/09/mengapa-harus-access.html) dan sampai pada kesimpulan belum ada tools untuk menggantikan Microsoft Access (terutama bagi saya).

Microsoft Access lebih mudah didapatkan untuk sistem operasi Windows, dan pemakaiannya (look and feel) hampir sama dengan aplikasi dari Microsoft lainnya.

Microsoft Access menyediakan sistem database sendiri yang berada pada Windows, serta bisa juga menggunakan sistem database lain.

Microsoft Access menyediakan fasilitas untuk membuat program aplikasi yang mudah digunakan namun tidak kalah dengan tools lain baik dari segi kemampuannya maupun kekayaan fiturnya.

Jadi, memilih Microsoft Access sebagai sistem database maupun sebagai tool untuk mengelola database tidaklah salah.

Mengenal Karakter dan Spesifikasi Microsoft Access


Sebelum anda menentukan pilihan terhadap Microsoft Access, mungkin ada baiknya juga anda mengenal karakter dan spesifikasinya.

Microsoft Access hanya bisa dijalankan pada komputer yang menggunakan sistem operasi Windows! Jadi tidak bisa dijalankan pada Android, Apple Macintosh, Linux, atau sistem operasi lainnya. Sampai saat ini saya belum bisa menjalankan Microsoft Access pada gadget seperti tablet dan smartphone, namun masih harus menggunakan komputer.

Microsoft Access tidak gratis. Jika anda membeli Microsoft Office, perhatikan paketnya apakah mengandung Microsoft Access atau tidak. Jika anda berlangganan Office 365 (online), Microsoft Access-nya tetap perlu diinstal pada PC. Microsoft Access juga bisa dibeli secara terpisah dari Microsoft Office.

Anda memerlukan Microsoft Access yang full version jika ingin membuat dan mengelola database. Namun jika anda hanya ingin menjalankan aplikasi yang dibuat dengan Microsoft Access, anda tidak harus membeli Access yang full version, namun bisa menggunakan versi runtime. Access runtime version ini gratis dan bisa didownload sendiri (lihat menu Download di situs RumahAccess.com).

Saat ini Microsoft Access versi 2019 sudah tersedia, namun anda masih bisa menggunakan versi-versi sebelumnya (2007, 2010, 2013, 2016). Versi-versi ini menggunakan format file database .accdb. Versi yang lebih lama juga masih bisa digunakan (97, 2000, 2003). Versi-versi ini menggunakan format file database .mdb. Ketentuan umumnya, versi yang lebih baru bisa membuka file database yang dibuat dengan versi yang lebih lama, namun tidak bisa sebaliknya. Jika di kantor anda terdapat beberapa versi Microsoft Access, maka sebaiknya file database dibuat dengan versi yang paling lama karena bisa dibuka pada versi yang lebih baru.

Ada sedikit problem terkait dengan versi bit-nya. Microsoft Access tersedia dalam versi 32bit dan 64bit (dan ini harus sesuai dengan versi bit Microsoft Office yang terinstal pada komputer). Jika anda harus menjalankan aplikasi yang sudah disimpan dalam format .accde (executable version) maka anda harus memasang Microsoft Access sesuai bit file .accde tersebut. Jadi, jika di kantor anda memutuskan untuk menggunakan Microsoft Access, usahakan semuanya dalam versi bit yang sama (pilih 32bit atau 64bit), lalu sepakati dengan developer aplikasi untuk membuat sesuai versi bit tersebut.

Saya pribadi hanya menyediakan aplikasi versi 32bit dengan pertimbangan lebih bisa memaksa user untuk menggunakan versi 32bit ketimbang versi 64bit. Seperti diketahui, Microsoft Access 32bit bisa dipasang pada Windows 32bit dan 64bit, sedangkan Microsoft Access 64bit hanya bisa dipasang pada Windows 64bit.

Sampai di sini dulu pembahasan tentang karakter dan spesifikasi Microsoft Access, karena masih banyak juga hal lainnya yang tidak bisa dibahas semua di sini.

Memasang Microsoft Access


Instalasi Microsoft Access umumnya dilakukan bersamaan dengan instalasi Microsoft Office, kecuali anda membeli Microsoft Access secara terpisah. Instalasi juga perlu dilakukan untuk Access versi runtime.

Sebagai tambahan, anda bisa menginstal beberapa versi Microsoft Access sekaligus pada sebuah komputer, misalnya versi 2013, 2016, dan 2019. Jika di dalam komputer ada beberapa versi Access, ketika anda menjalankan versi yang berbeda dari sebelumnya, maka akan dilakukan konfigurasi ulang (butuh waktu sebelum versi yang berbeda tersebut dapat dijalankan).

Jika anda hanya menginstal Microsoft Access versi runtime, anda tidak bisa menjalankannya seperti biasa. Access runtime akan otomatis berjalan jika anda membuka file Access (misalnya dengan cara double-click filenya).

***

Demikianlah sedikit pengenalan terhadap Microsoft Access sebagai pengantar dalam belajar menggunakan Microsoft Access. Tentu masih banyak informasi yang terkait namun tidak bisa dibahas semua di sini.

(Bersambung)


<< Klik di sini untuk menampilkan seri kedua >>

Kopdar Access Master

Sekarang milis sepi, obrolan sudah pindah ke WA. Rekan-rekan yang tergabung dalam group Access Master tetap saling berhubungan dalam ruang WA, dan sekali-sekali ketemu alias kopdar (kopi darat).

Kali ini kopdar diadakan cukup jauh di daerah Cileungsi, Kab. Bogor, tepatnya di Villa Cileungsi Asri, Dayeuh, Cileungsi, Bogor. Kebetulan ada sebuah rumah yang 'kosong' plus ada halaman/kebun sehingga terasa lebih asri dan santai.

Acara kopdar ini janjiannya melalui group WA, dan sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung yang hadir ada yang dari Jawa Timur (bang Arief Nurshiam), dari Tasikmalaya (bang Yana Karyana), dari Bogor (bang Cecep Wahyu), dari Depok (bang Aksan Kurdin), dari Tangerang (bang Lusky Kurniawan), dari Bekasi (bang Andi Suhandi), dari Jakarta (bang Mulki Akbar dan Mr. Kid), serta 'tuan rumah' bang Haer Talib (Cileungsi, Bogor).


Tidak ada thema khusus yang dibahas pada pertemuan kali ini, hanya sekadar temu kangen saja dan ngobrol secara langsung tentang "perAccessan". Bang Yana Karyana dan bang Cecep Wahyu "didaulat" untuk menunjukkan kebolehan, sementara "senior" yang lain mengomentari dan memberi masukan. Kopdar berlangsung mulai dari pagi hingga sore (bang Arief dan bang Yana malah dari subuh karena perjalanan jauh).

Berikut ini beberapa foto situasi kopdar, disamping foto-foto yang dishare di akun Facebook masing-masing. Semoga ke depannya kita masih bisa kumpul-kumpul lagi.





What You Can Do with Datasheets

Cukup menarik artikel ini, jadi saya taruh di sini agar mudah mencari kembali.

Membahas apa yang bisa dilakukan dengan datasheet. yang menarik di VBA nya, seperti bagaimana menyembunyikan kolom dan menampilkannya kembali dengan VBA.

Simak aslinya:
https://docs.microsoft.com/en-us/previous-versions/office/developer/office-2003/aa217449(v=office.11)